Octagon 2 - 169 : Pengawal dan Kesatria Pt. 1

428 45 67
                                    

Hari Rabu pagi, sekitar pukul delapan, di tanggal 5 April.

Yunho membuka pintu utama setelah mendengar ketukan dan mendapati Hyunjae di depannya. Tersenyum sembari membawa sebuah karton pengikat gelas, untuk tiga gelas plastik berisi kopi di tangannya.

Saat itu Hyunjae mengangkat, sebelum agak melirik ke belakang. "Hongjoong udah siap belum?"

"Belum." Yunho, yang mana dirinya sendiri pun sudah dalam keadaan siap, ikut menoleh. "Tadi sih dia baru pulang jam tujuh. Terus mandi dan entah sekarang di mana. Mungkin masih siap-siap."

"Ah..." Hyunjae mengangguk-angguk, sebelum menunjuk ke arah mobilnya. "Eh berhubung mobil lo dan mobil Hongjoong udah dipanasin di luar, gue tadi masukin mobil gue ke dalam, gak apa-apa? Sekalian mau titip. Gue berangkatnya naik mobil Hongjoong soalnya."

Tentu Yunho mengangguk. "Santai. Gak apa-apa. Masih kosong kok."

"Hei, udah siap?" Tiba-tiba satu suara terdengar dari belakang. Dari Hongjoong yang mendekat sembari mengenakan jam tangannya. "Udah izin yang lain, Jae? Lo bakal bolos dua hari loh."

"Sehari kok." Hyunjae berucap santai, sebelum mengambil segelas kopi dan memberikannya pada Hongjoong. Di mana Hongjoong menerimanya, tepat setelah menyelesaikan urusan jam tangannya. "Besok café tutup. Anak-anak pada pengen nonton Rockopolis."

"Wah..." Yunho langsung tertarik untuk itu. "Gila... Rockopolis, gue pengen banget compete di sana."

"Sabar~" Hyunjae terkekeh sebelum memberikan gelas lainnya pada Yunho. "The Overload udah terkenal. Mana boleh ikutan kompetisi indie lagi~"

Sembari menerimanya, Yunho melirik pada Hongjoong, agak merajuk. "Ini sih satu alasan gue gak mau terlalu terkenal. Gak bisa ikut kompetisi lagi kita. Padahal Rockopolis asik banget. Acaranya di tepi gunung. Pemenangnya dapat 200 juta."

"Kayaknya lo transfer 200 juta ke gue pun bisa dalam satu detik deh?" Hyunjae tertawa kecil, sebelum mengibaskan tangan. "Ya, rasa senang karena menangnya sih yang diincar."

"Hunters gak turun?" Hongjoong bertanya karenanya.

Di sana Hyunjae cemberut dan menggelengkan kepalanya. "Kita fokus semua buat café, apalagi yang lain pun sama persiapan kuliah. Jadi, kelewat banget pendaftarannya waktu itu."

"Gak beruntung." Hongjoong pun mulai menyesap es kopi tersebut.

Selagi Hyunjae tampak sangat bersemangat akan sesuatu. "Eh, anak-anak jadi belok buat kuliah di UnBada, 'kan? Gue kepikiran kayaknya gue juga mau kuliah deh tahun ini. Biar barengan-"

"Jae." Hongjoong memotong, secara tiba-tiba.

Yunho meliriknya bingung.

Sedangkan Hyunjae mengangguk, untuk mendengarkan. "Kenapa?"

Tak berniat menyembunyikannya dari Yunho, Hongjoong pun berucap, dengan tatapan lekat pada Hyunjae. "Lo bilang rela kalau gue manfaatin?"

Mendadak saja, Hyunjae berbinar.

Secara cepat, Hyunjae mengangguk, tersenyum lebar untuk menunggu apa yang Hongjoong butuhkan. Membiarkan Yunho yang terkejut dengan pembicaraan mereka, sampai membuatnya ternganga.

"Gue butuh lo kuliah juga di UnBada." Hongjoong mengambil jeda. "Tapi tahun depan."

"Tahun... depan?" Hyunjae memiringkan kepalanya bingung. "Gak bareng kalian dong?"

Namun Hongjoong tak berniat mengatakan alasannya sekarang. "Deal gak, Jae? Buat gue?"

"Ah..." Hyunjae pun menarik napasnya, agak panjang, sebelum kemudian mengangguk paham. "Oke. Tahun depan. Gue masuk tahun depan."

✔️ OCTAGON 2: SEX, PARTY AND ROCK 'N ROLL (ATEEZ BXB SMUT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang