Octagon 2 - 192 : Ketakutan Berdasar, Dasar Ketakutan

379 44 65
                                    

Begitu sampai, Hongjoong melesat lebih dahulu, yang membuat keempat anggota The Overload lainnya, melihat ke arah Hajoon yang hanya melirik mereka—seolah mengatakan bahwa semua ini urusan empat orang tersebut untuk mengurus Hongjoong. Apapun, yang terjadi, di makan malam sebelumnya.

Karena itu, yang lainnya langsung menyusul tergesa.

Yunho dan Mingi berlari keluar lebih dahulu. Selagi Younghoon menahan dada Juyeon, yang sejak tadi mengecek ponselnya, sepanjang perjalanan selama lima puluh menit mereka.

"Lo ngapain?!" tanya Younghoon, butuh kejelasan.

Sedangkan Juyeon, melirik ke arah jalanan saat van pergi—Hajoon telah pergi—dan tampak menunggu sesuatu. "Sejak keluar rumah para berdebah itu, gue ngehubungin Seonghwa."

"Buat apa?!" Younghoon semakin marah.

Namun Juyeon juga membalasnya tak jauh lebih marah—terlebih jantungnya terus berdetak kencang, bukan main. Takutkan banyak hal. "Seonghwa harus ada di sini, anjing!! Ini semua tentang dia!! Yang Hongjoong lakuin, pun langkah dia kehambat, selalu karena Seonghwa!! Enak aja kalau dia kabur!!"

"Seonghwa gak kabur, bangsat! Hongjoong yang—"

"Intinya dia harus ada di sini!" Juyeon memotong, bersamaan dengan munculnya sebuah mobil, baru tiba, di tengah malam tersebut. Sehingga Juyeon langsung berbalik, untuk melihat bagaimana seseorang tergesa turun keluar, yang membuat Younghoon juga tak bisa berucap banyak. "Ini udah jadi masalah kita bersama. Walau gak satu rumah, kita Ovu, Younghoon. Ovu gak bisa gerak tanpa Hongjoong."

Di sana Younghoon tak menjawab.

Setelah melihat Seonghwa, yang memaksa pengemudi mobil tersebut untuk meninggalkannya saja. Karena setelah perdebatan singkat itu, Seonghwa langsung berlari ke arah Juyeon, san menyentuh lengannya.

"Kenapa? Ada apa?"

"Lo sebaiknya ajak ngobrol dia." Juyeon melirik ke arah pintu utama yang terbuka, lalu pada Younghoon sekilas. "Walau gue gak yakin Hongjoong bisa diajak ngobrol."

Tak membuang waktu, ketiganya langsung bergegas menaiki tangga, untuk masuk ke dalam rumah. Di mana di dalam rumah tersebut, terdapat bagaimana San, Yunho dan Mingi berusaha mengajak Hongjoong bicara, selagi Wooyoung mematung, bingung untuk melakukan apa.

Yang tak ada adalah Yeosang dan juga Jongho.

Entah, adakah yang sudah menghubungi mereka atau belum, yang pasti Seonghwa langsung mencoba mendekat walau dalam keraguan.

Namun terdengar bahwa Yunho dan Mingi sendiri berusaha menenangkan, selagi San melakukannya sedikit menggunakan fisik.

"Kami gak akan permasalahin tentang lo ludahin orang yang paling megang nyawa kita di agensi!" Yunho mencoba unyuk bicara padanya. "Lo harus denger—kami sama lo, Hongjoong! Kita sama lo!!"

Mendengar sebagian, Juyeon langsung melesat lebih dulu, untuk menarik Hongjoong dari bahunya. "Langsung gas aja, bangsat!! Kami sama lo—kami gak ada lagi yang mau nentang apa yang lo lakuin, karena ujungnya, kami cuma bikin lo susah! Jadi denger kami dulu!!"

Walau mengerang kesal, Younghoon mendekat. "Gue tau ini bakal bahaya, tapi lo harusnya ludahin mukanya aja, bangsat! Toh hasilnya sama aja!"

"Pelan, Hongjoong. Napas dulu." Mingi mengikuti.

San yang mencoba mengerti, menarik kembali perhatian Hongjoong untuk tertuju padanya, dengan menariknya di lengan atas, secara mengikat. "Oke, pelan, lo napas dulu. Lo kumpulin dulu, karena kami harus tau—gak ada lagi hal yang disembunyiin. Lo tinggal bilang aja."

Tetapi Hongjoong tampak sulit bekerja sama.

Terlihat, wajahnya sangat merah. Seluruh bagian di wajah pun lehernya pun, menonjol, pada uratnya. Tangannya mengepal, sampai gemetar, saking terlalu kuatnya di sana.

✔️ OCTAGON 2: SEX, PARTY AND ROCK 'N ROLL (ATEEZ BXB SMUT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang