Octagon 2 - 174 : Pengawal dan Kesatria Pt. 6

351 44 25
                                    

Ketika hati dan otak tak sejalan, apa hal terburuk yang dapat terjadi?

Saat itu, Hongjoong menenggak shot ke-enamnya sembari mengerang pelan dan agak menggelengkan kepalanya. Di antara lantunan musik yang memenuhi ruangan, sebelum dirinya menaruh gelas di meja bar balik tubuhnya lalu membiarkan bagaimana Minhyuk merangkulnya. Di saat dirinya sendiri juga tak keberatan, membuatnya memperhatikan sekitar dan mencoba mencari dua diantara keramaian.

Minhyuk terkekeh paham untuk itu, sebelum menunjuk ke satu arah, setelah menangkapnya. "Tuh, Jenandra dan Thomas di sana."

Agak menyipitkan kedua matanya, Hongjoong mencoba untuk melihat.

Ah, benar.

Yunho dan Hyunjae berada di sana, tengah bersenang-senang berdua, walau terlihat sekitarnya penasaran untuk berkenalan.

Dari yang Hongjoong tahu, Yunho bertemu mereka dengan senyuman lebar. Walau sedikit sorot matanya memancarkan kesedihan, Yunho sudah cukup puas dan bahkan mengajak Hongjoong untuk memberikan kado juga pada Yvanna, saat ulang tahunnya nanti.

Tentu.

Hongjoong juga akan memastikan seisi rumah untuk ikut, namun nanti, setelah Yunho punya kesadarannya sendiri untuk membuka semuanya, tanpa ia suruh. Di mana sepertinya Hongjoong melihat Yunho akan melakukannya.

Mari lihat nanti, saat mereka pulang.

Nyatanya, mereka bisa pulang pagi nanti. Lantaran Hongjoong tak mendapatkan dan memberikan apapun pada Ayahnya, lagi. Hanya bergelung sendiri dalam pemikirannya, yang juga tak dipancing oleh Ayahnya.

Mengapa?

Inginkan Hongjoong datang sendiri padanya?

Ah... bukankah baru beberapa detik yang lalu, Hongjoong juga memikirkan hal tersebut terhadap Yunho?

Entahlah.

Satu yang pasti, pulangnya sekarang memberikannya sedikit sesuatu.

Hongjoong memeluk tubuh Ibu kandungnya, cukup lama, hanya untuk menukar lelah dengan tenaga, tanpa bicara.

Jelas bahwa sang Ibu sangat khawatir. Tetapi Hongjoong berusaha tak menunjukkannya dengan mengatakan bahwa semua ini hanya lelahnya mengemudi dan kurang tidur.

Tentu juga Hongjoong diminta tinggal lebih lama.

Tetapi Hongjoong tak mau.

Takut... melemah.

Minhyuk langsung mengeratkan pelukannya, sebelum mengacak rambutnya dari belakang. Setelahnya, Minhyuk menggesekkan pucuk kepalanya sendiri pada pipi Hongjoong, dari samping, sebelum menunjuk ke arah depan.

"Jadi, orang kepercayaan lo siapa?"

"Hm?" Hongjoong menoleh untuk melihatnya. "Maksudnya?"

Justru Minhyuk, yang malah terheran juga terhadapnya. "Calon ketua, 'kan? Calon ketua biasanya punya orang kepercayaan. Satu atau dua, buat bantu dia berdiri atau back up. Kayak gue, punya Sangkala."

Hongjoong benar mengerjapkan matanya secara tak sadar—ada sedikit efek juga dari air keras yang ditenggaknya.

Selagi Minhyuk setelahnya terkekeh, dan hanya mengacak rambut Hongjoong kembali, secara gemas. "Jangan salah pilih. Jadi ketua itu, bebannya berat banget. Gak bohong."

:-:-:-:-:

Tanggal 6 April 2023.

Pagi hari, pukul 7 pagi.

✔️ OCTAGON 2: SEX, PARTY AND ROCK 'N ROLL (ATEEZ BXB SMUT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang