Octagon 2 - 182 : Empat Mengejar Satu Pt. 2

351 48 31
                                    

"Gak."

Jawaban itu begitu cepat, Juyeon lontarkan, begitu mendengar bagaimana Wooyoung menyarankannya. Bahkan sampai membuat Juyeon menahan napasnya, untuk melirik pada San, yang hanya diam.

Ketiganya berada di sana-di depan rak buku, pada area membaca yang terdapat di lantai dua rumah tersebut. Sebuah area tak bersekat, namun beruntung, tak ada siapapun di lantai dua itu selain mereka.

Di sana Juyeon berdiri, menghadap Wooyoung yang duduk. Selagi San juga berdiri, dekat dengan pagar kaca pembatas. Tak bersuara sejak tadi.

Wooyoung melirik ke arah San, yang tampaknya memang takkan membantunya.

Di saat Juyeon mulai mengambil alih kembali. "Kenapa sih bisa ada pemikiran itu?"

Wooyoung hendak menjawab.

Namun Juyeon lebih dahulu melirik ke arah San secara cepat. "Lo doktrin apa Wooyoung sampai bisa mikir kayak gitu?"

"Justru gue-" San merasa disalahkan.

Di saat Juyeon tampaknya sangat kesal. "Ini gara-gara permainan kemarin? Gue bilang gue udah sering threesome tapi bukan artinya pakai hati! Poliamori ini pakai hati, astaga..."

"Hati itu kan udah ada!" Wooyoung mencoba membela diri. "Sekarang daripada saling sakit, ya kenapa gak-"

"Hati ada gimana sih?" Juyeon memotong, secara jengkel. "Di sini kan gue sama San, ada hati ke lo! Tapi gue udah jelasin, ini gak masuk otak lo berdua atau gimana? Kalau kita poli-"

Saking marah dan tertekannya, masing-masing dari mereka melupakan panggilan yang sudah berubah antar satu sama lain. Seperti kembali, seluruhnya, pada garis awal.

Tetapi Wooyoung mencoba berucap di sana. "Makanya gue nanya ke lo, kalau lo ada hati gak ke San?"

"Hah?" Juyeon menatap tak percaya, untuk menunjuk San sembari menatap lekat Wooyoung. "Lo mikirinya gue-hah...? Tunggu..."

Barulah, terlihat, Juyeon baru mengerti keadaan.

Secara pelan, Juyeon mulai menatap San untuk membacanya. Di mana San langsung menggelengkan kepala, berucap, tanpa mau menjatuhkan tatapan.

"Wooyoung ngawur." San menjawab seketika. "Wooyoung ada pikiran demikian karena gue ada niatan buat mundur. Bukan nyerah, cuma mundur untuk beberapa waktu, kayak dulu."

Wooyoung langsung menatapnya cepat. "Terus nanti lo sama siapa kalau gue sama Juyeon..."

"Ngapain mikirin gue, sih?" San mulai tertawa kecil, sarkastis. "Dari dulu juga gue yang ngalah, 'kan? Ya udah, toh hati gue gak berubah juga."

"Berubah..." Wooyoung berbisik tipis.

Segera San mengangkat wajah, untuk mendekat pada Wooyoung. "Tadi tuh cuma asumsi lo. Juyeon bener, di sini kita berdua yang mau lo. Cuma, gue perlu mundur kare-"

"Waktu lo nyaranin di awal..." Juyeon memotong cepat, untuk menyentuh bahu San, agak menghadapnya. "...kenapa? Lo tau kalau... kita juga harus jadi... sesuatu, 'kan?"

"Ya, gue cuma nyari jalan keluar doang." Jawaban San terdengar sangat ketus, darinya yang langsung menepis tangan Juyeon. "Udahlah gak usah didenger. Wooyoung ngawur kali."

Namun Wooyoung yang justru tak terima. "Terus? Memang apa solusi paling baik dari ini? Punya? Atau kita berhenti aja?"

"Yakin?" Juyeon meliriknya, tak menurunkan intonasinya, membuatnya juga seketus mungkin. "Selain poli, ada kok jalan. Lo, punya dua pacar; gue sama San. Tapi, lo siap gak dikatain murahan sama orang-orang?"

✔️ OCTAGON 2: SEX, PARTY AND ROCK 'N ROLL (ATEEZ BXB SMUT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang