"Hongjoong, kami—"
Hongjoong mengambil satu langkah mundur, saat Mingi dan Younghoon datang ke rumah duka, di mana seluruh keluarga tanpa sanak saudara itu tengah berduka.
Terlebih dengan Nagyung, yang masih menangis, seperti hampir kehilangan kesadaran karena tak kuasa ditinggalkan.
Baik Mingi dan Younghoon mencoba mengerti.
Tetapi di sisi lain, ada masalah yang harus mereka pikirkan.
"Gue, Mingi sama yang lain, tau, kalau ini terlalu kurang ajar buat diucapin." Younghoon memulai, susah payah mencoba untuk mengatakannya. "Kami turut berduka... atas kematian salah seorang anggota keluarga lo... tapi lo harus balik... buat showcase..."
"Hongjoong..." Mingi tercicit.
Younghoon melirik sekilas, tahu bahwa Mingi akan lebih kesulitan lantaran mereka satu rumah. Jadi, Younghoon bersedia untuk disalahkan atas ketidaksopanannya yang seolah tak memiliki moral. "Setelah itu lo boleh balik sini, dan kami bakal cover semua kegiatan di depan, sampai lo siap. Tapi cuma buat showcase ini aja... tolong..."
Nyatanya Hongjoong tiba-tiba mengangkat pandangan, untuk menatap Mingi.
Mingi terkesiap, terlebih ketika mendengar suaranya yang agak serak berucap.
"Gi..." Hongjoong mengambil jeda sesaat. "Sorry."
Lalu Hongjoong berbalik, meninggalkan Mingi dan Younghoon yang masih mematung dalam diam, tahu bahwa mereka tak mendapatkan Hongjoong untuk kembali hari ini.
Showcase telah usai, berjalan lancar walau sedikit terlambat, tetapi kelima anggota The Overload belum memiliki sedikit pun waktu—bahkan hanya untuk sekadar mencurinya—untuk bicara satu sama lain. Dari pihak Mingi dan Younghoon, belum bisa memberitahu yang lain bahwa Ibu dari Nagyung meninggal dan itu alasan Hongjoong menghilang. Dari pihak Yunho dan Juyeon, belum bisa memberitahu yang lain bahwa San sudah ditemukan, dalam kondisi selamat dari kecelakaan, walau terluka. Juga dengan bagaimana Hongjoong belum tahu tentang Hajoon, sama sekali.
Bahkan dikarenakan ponsel seluruh anggota The Overload mati—kehabisan daya—tak bisa disampaikannya kabar yang mereka ketahui pada pihak luar. Belum bisa memberitahu Yeosang, Wooyoung, Jongho bahkan Seonghwa.
Akibatnya, kelima anggota The Overload masuk ke dalam ruang ganti tanpa tahu apapun. Disusul oleh Hajoon yang kemudian tiba dari arah belakang, yang kemudian menatap ke arah para staf yang langsung menunduk dan kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Secara tertutup.
Kelima anggota The Overload berbalik, untuk menatap siapa yang menutup pintu, dengan posisi Hongjoong berdiri paling belakang.
Yang mana berartikan posisi Hongjoong yang paling dekat dengan Hajoon.
Yang mana berartikan juga, bahwa suara keras dari pertemuan antar kulit itu jelas terdengar selanjutnya, berasal dari Hajoon, pada Hongjoong.
Itu bukan sebuah tonjokan.
Bukan juga sebuah tamparan.
Tetapi sebuah pukulan keras, dari telapak tangan dengan jemari yang terbuka, terhadap wajah samping Hongjoong yang langsung membuatnya terjatuh ke belakang.
Sontak, baik Yunho, Mingi, Juyeon dan Younghoon membulatkan kedua mata mereka masing-masing. Bahkan tersentak, sama tak siap seperti Hongjoong, yang posisinya dalam keadaan tertunduk.
Hajoon tersenyum tipis, berjalan mendekat sembari menggulung lengan kemejanya biru mudanya.
Tepat saat Hongjoong mengangkat wajah, satu pukulan lagi kembali dilayangkan, di pipi yang sama—dari keadaannya yang masih memiliki lebam samar buah perbuatan dari San.

KAMU SEDANG MEMBACA
✔️ OCTAGON 2: SEX, PARTY AND ROCK 'N ROLL (ATEEZ BXB SMUT)
FanficOctagon dan The Overload menyelam pada dunia di dalam lingkaran dalam yang lebih luas. Semua berpusat pada sex, pesta dan rock n' roll. Walau sebenarnya, semua adalah tentang kekuasaan. Starts : January 18th, 2023